Skip to main content

Memahami BI Checking Dan Pengaruhnya Terhadap Pengajuan Kartu Kredit Anda


BI Checking adalah istilah untuk Informasi Debitur Individual (IDI) Historis. IDI ini bisa dikatakan merupakan track record Anda selama melakukan utang pada bank, tercatat dan tersimpan pada Sistem Informasi Debitur (SID). BI checking merupakan rangkaian laporan dari BI yang berisikan riwayat kredit/pinjaman seorang nasabah kepada bank atau lembaga keuangan lainnya. Riwayat kredit setiap nasabah akan tersimpan pada Sistem Informasi Debitur (SID), baik riwayat yang baik maupun buruk, dan laporan ini dapat diakses oleh semua bank maupun lembaga keuangan lainnya selama lembaga keuangan tersebut terdaftar sebagai anggota SID.

Pada proses pengajuan kartu kredit, Bank akan selalu melakukan BI Checking terhadap setiap profil calon nasabah. Bank akan memperhatikan kelancaran pembayaran pinjaman nasabah atau dikenal dengan istilah kolektibilitas. Kolektibilitas merupakan gambaran kondisi pembayaran pokok dan bunga pinjaman serta tingkat kemungkinan pelunasan pinjaman. Jadi bank akan menggunakan kolektibilitas sebagai panduan keputusan apakah akan menyetujui aplikasi Anda atau tidak
BI memberikan skala 1 sampai dengan 5 pada IDI Historis masing-masing nasabah yang ditentukan dari baik dan buruknya Anda dalam menyelesaikan kredit yang pernah dimiliki. Kredit tersebut bisa datang dari pembayaran tagihan kartu kredit, kredit kepemilikan rumah, kendaraan bermotor, kredit tanpa agunan, dan kredit lainnya yang melibatkan lembaga perbankan dan keuangan resmi.

Berikut adalah skor performa kredit (kolektibilitas) menurut urutan BI.
  1. Skala 1 = kredit lancar 
  2. Skala 2 = Kredit Dalam Perhatian Khusus (DPK). Yaitu kredit yang tidak lancar selama 1-2 bulan.
  3. Skala 3 = Kredit Tidak Lancar, yaitu kredit tidak lancar selama 3-6 bulan.
  4. Skala 4 = Kredit Diragukan, yaitu kredit tidak lancar yang sudah jatuh tempo tapi belum juga diselesaikan oleh debiturnya.
  5. Skala 5 = Kredit Macet, yaitu usaha pengaktivan kembali kredit tidak lancar namun tetap gagal.


Pengaruh kolektibilitas terhadapap pengajuan kartu kredit
  • Jika status kolektibilitas kredit Anda lancar, maka kemungkinan besar pengajuan kartu kredit Anda akan disetujui
  • Jika status kolektibilitas Anda dalam perhatian khusus, pengajuan kartu kredit Anda bisa diproses namun pihak bank akan meninjau dengan seksama penyebab tunggakan pembayaran kredit Anda, jika penyebabnya masih bisa diterima oleh bank maka kemungkinan pengajuan kartu kredit Anda akan disetujui, tapi jika penyebabnya tidak bisa diterima oleh bank maka aplikasi kartu kredit Anda akan ditolak
  • Jika status kolektibilitas Anda tidak lancar, diragukan, atau macet maka bisa dipastikan pengajuan kartu kredit Anda akan ditolak

Bagaimanakah Cara Membuat Riwayat Kredit Baik di BI Checking?
Riwayat kredit yang baik merupakan faktor utama ketika Anda ingin mengajukan aplikasi kartu kredit atau pinjaman lainya, oleh sebab itu pastikan Anda menjaga atau membuat riwayat kredit Anda baik
  • Bayar tagihan Anda tepat waktu. Bank suka pada nasabah yang membayar cicilan tagihan tepat waktu, baik itu kartu kredit ataupun pinjaman. Bank akan sangat sensitif terhadap tunggakan, jika nasabah terlambat membayar tagihan atau menunggak maka ini akan memberikan efek negatif pada kolektibilas nasabah. Baik sekecil apapun jumlanya, jika nasabah terus-terusan tidak melunasi tagihan maka akan menjadi kredit macet.
  • Berjaga-jaga saat pelunasan pinjaman. Setelah Anda melunasi tagihan pinjaman atau kartu kredit bank, maka pastikan Anda meminta dan menyimpan surat buktinya. Karena jika ada terjadi permasalahan di sistem BI Checking seperti data yang tidak benar atas nama Anda, maka Anda dapat menunjukan bukti lunas pembayaran pinjaman tersebut.
  • Jangan Mengekspose Riwayat Kredit Anda. Jika Anda ingin melakukan aplikasi pinjaman dari lembaga keuangan, jika perlu lakukan pemeriksaan BI checking atas nama Anda sendiri terlebih dahulu., Anda dapat mengunjungi Gerai Bank Indonesia terdekat dan mintalah penjelasan “reputasi” BI checking Anda.
  • Miliki Pekerjaan Tetap dan Aset. Selalu berjaga-jaga terhadap segala utang yang Anda miliki, jangan pernah Anda mengambil pinjaman dengan tidak memiliki kepastian akan sumber penghasilan atau aset yang Anda miliki. Walau cara ini tidak langsung mempengaruhi BI checking, berjaga-jaga akan kondisi yang tidak terduga selalu merupakan hal terbaik.

Dapatkah Riwayat Kredit Dihapus?
Jika Anda telah memiliki track record (catatan) yang buruk di riwayat kredit, tentunya Anda ingin menghapus jejak tersebut. Mungkin saat itu Anda sedang mengalami masalah keuangan, sehingga Anda tidak memilki sumber penghasilan tetap untuk membayar tagihan, ataupun penyebab lainnya.
Anda tidak perlu khawatir, ternyata riwayat kredit yang buruk dapat terhapus secara otomatis setelah 24 bulan tunggakan yang tercatat dilunasi. Jadi apabila Anda menunggak tagihan 31 Maret 2016 dan melunasi tunggakan pada tanggal 30 April 2016, maka jejak riwayat tunggakan tersebut akan terhapus secara otomatis di 24 bulan kemudian. Di dalam situasi ini maka akan jatuh pada tanggal 30 April 2018. Tetapi jika nasabah tidak melunasi tunggakan tersebut, maka riwayat kredit nasabah akan tercatat buruk di Bank Indonesia hingga nasabah melunasinya.

kesimpulan
  • Jangan mengajukan aplikasi pinjaman atau kartu kredit jika riwayat kredit Anda sedang buruk, lakukan langlah-langkah agar riwayat kredit Anda membaik
  • Selalu pastikan Anda memiliki riwayat kredit yang baik di BI Checking dengan pembayaran tepat waktu di seluruh tagihan Anda baik dari bank ataupun lembaga keuangan lainnya.
  • Bagi Anda yang ingin memeriksa detail lebih lanjut tentang BI checking, dapat diperiksa di website official Bank Indonesia.