Skip to main content

Memahami DBR Dan Pengaruhnya Terhadap Pengajuan Kartu Kredit Anda


Jika Anda hendak mengajukan aplikasi kartu kredit, faktor yang juga sangat mempengaruhi pengajuan kartu kredit Anda adalah DBR (Debt Burden ratio), yaitu rasio seluruh cicilan terhadap pendapatan bersih atau take home pay (THP).
Rasio DBR ini sangat menentukan, apakah aplikasi kartu kredit Anda bisa disetujui atau tidak. Jika rasio DBR Anda terlalu tinggi maka kemungkinan besar aplikasi Anda akan ditolak dengan alasan minimum DBR

Pengaruh DBR terhadap pengajuan kartu kredit
Ketahui bagaimana rasio DBR berpengaruh besar terhadap pengajuan aplikasi kartu kredit Anda. Umumnya bank mengharapkan rasio DBR Anda lebih kecil dari 36 %. Jika rasio DBR Anda lebih besar dari 36 %, maka kemungkinan besar aplikasi Anda akan ditolak
  • Rasio DBR di bawah 20 persen adalah rasio ideal. Jika Anda bisa mempertahankan rasio ini, maka kemungkinan besar aplikasi Anda akan disetujui
  • Rasio antara 20-36 persen masih dianggap cukup sehat untuk mendapatkan kartu kredit baru
  • Jika rasio utang Anda berada di kisaran 37-42 persen, Anda tengah mengalami krisis keuangan ringan dan kemungkinan besar pengajuan kartu kredit Anda akan ditolak
  • Jika rasio utang Anda 43-49 persen, Anda mungkin mulai mengalami kesulitan keuangan dalam jangka waktu dekat.
  • Jika rasio utang Anda di atas 50 persen, Anda harus mencari bantuan profesional agar utang Anda berkurang dengan cepat.

Menghitung rasio DBR
Rasio DBR dihitung dari jumlah cicilan Anda dibagi jumlah pendapat bersih Anda
Contoh: Jika Anda telah memiliki cicilan mobil 2 jt/ bulan, cicilan KTA 500 rb/bulan dan Anda juga memiliki tagihan kartu kredit dengan minimum payment 500 rb,  maka rasio DBR Anda adalah 3 jt / 10jt = 30%
Rasio 30% masih dianggap cukup sehat untuk Anda mendapatkan kartu kredit baru atau kemungkinan aplikasi kartu kredit  Anda disetujui bank masih cukup besar

Menurunkan rasio DBR
Jika diperlukan, lakukan langkah untuk menurunkan rasio DBR Anda, jika rasio DBR Anda terlalu tinggi.
  • Tingkatkan dana yang Anda gunakan untuk membayar utang. Jika Anda bisa melakukannya, lakukan pembayaran ekstra untuk pinjaman KPR, KTA atau Kartu Kredit Anda. Pastikan pembayaran Anda ditujukan pada pokok kredit agar rasio Anda membaik lebih cepat.
  • Jangan berutang lagi. Jauhkan diri Anda dari kartu kredit dan hindari pembelian barang dengan kartu tersebut. Anda juga tidak boleh meminjam uang atau memulai kredit baru.
  • Hindari melakukan pembelian besar. Jika Anda tidak memiliki tabungan sekarang, tunggulah hingga tabungan Anda cukup agar Anda bisa membayar uang muka lebih besar, sehingga selisih yang harus Anda pinjam lebih kecil dan utang Anda akan berkurang.

Pantau rasio DBR Anda secara berkala
Memantau rasio ini akan sangat membantu Anda menghindari masalah kredit, pantau rasio ini secara berkala bahkan meski Anda tidak berencana melakukan investasi besar dalam jangka waktu dekat.
  • Jika rasio Anda tinggi, pantaulah rasio tersebut setiap bulan, jika perlu lakukan langkah untuk menurunkan rasio Anda. Namun, jika rasio Anda sehat, Anda cukup memeriksanya sekali atau dua kali per tahun.
  • Memiliki terlalu banyak utang dapat menurunkan skor kredit, sehingga batas pinjaman Anda akan menurun dan bunga pinjaman Anda akan meningkat.
  • Memantau rasio ini akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik terkait pembelian dengan kredit dan pengambilan pinjaman. Anda juga bisa mengetahui manfaat membayar kartu kredit di atas batas minimalnya dan menghindari masalah keuangan di masa depan.
  • Jika rasio Anda meningkat terlalu besar, Anda mungkin akan mengalami kesulitan saat melakukan pembelian besar. Anda juga mungkin tidak dapat mendapat bunga dan persetujuan kredit yang baik.

Semoga bermanfaat,
Toro / CC-Adviser / 0878 8398 7289